Hai, adek …

“Selamat Datang Di Kampus Perjuangan”

Begitulah bunyi banner sambutan bagi miba (dan maba) yang polos.

Melihat para miba ini duduk dengan manisnya sambil mendengarkan curhatan pak Anies Baswedan, duh, rasanya tuh … panas. Abang mau dek jadi maba lagi.

Diam-diam, mulailah datang sedikit demi sedikit kakak-kakak dari beberapa jurusan mengincar menyambut dedek-dedek ini.

Juga organisasi yang, ya begitulah, mewadahi aksi mahasiswa, juga tidak kalah dengan panji-panji mereka yang sudah nongkrong sedari pagi. Tapi tenang kok, kakak-kakak ini baik dan tidak sombong, murah hati, dan suka menabung, seperti Budi. Jadilah seperti Budi.

Suatu ketika, mereka mulai bergerombol sudah tidak tahan menyambut para dedek ini. Mulailah pecah pertarungan sengit antar wadah dengan suara mereka, dilanjutkan para kakak jurusan yang juga tidak mau kalah saing. Lebih sengit dari promosi di televisi dan masa coblosan.

Kapan lagi coba melihat semboyan “Bhineka Tunggal Ika” jadi realita di depan mata? Hiburan gratis plus terik matahari guna pertumbuhanmu? Akhirnya materi semasa sekolah dulu ada gunanya.

Kurang apa lagi coba dek? kakak-kakak ini rela panas-panasan, desak-desakan, teriak sampai serak, demi kalian dek.

Dan pergilah para dedek ini ke kandang. Berjalan beriringan, menyusuri setiap paving block one-way rektorat, didampingi kakak-kakak yang tak kalah manisnya.

Duh, hilanglah makna tulisan tak jelas ini.

 

Catatan: nggak ada yang mengganggu kenyamanan kok, semua aman, hanya kakak yang bahagia menyambut adeknnya saja

Advertisements

2 thoughts on “Hai, adek …

What are your thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s