Dia Hanya Bingung

Kau pasti tahu, dan mungkin pernah merasakannya juga. Saat di mana kata itu ada di ujung lidahmu, namun pikiranmu merenggutnya dengan paksa. Lalu membuangnya seakan tak berguna. Dan yang kau lihat adalah putih. Mungkin hitam. Terjebak akan keinginan yang dengan perlahan menggantungmu. Namun, tak pernah sampai pada puncaknya.

Pena melihatmu tertawa. Kala kau mulai termakan idealisme-mu sendiri. Sepertinya, kau telah menjadi seorang mahasiswa. Dengan titel maha yang disematkan padamu dengan harga. Dan rasa pedulimu yang entah ada dimana sekarang.

Tapi setidaknya kau tak membatu. Menembak kepalamu sendiri agar inspirasi bebas dan memberontak. Yang dimana dengan keliarannya, kau hidup kembali. Untuk meninggalkan bekas. Dan kau tak pernah lagi sama. Begitu juga dunia.

Jadi, mengapa?
Tak kau berjalan dan hanya menatapnya?

Ahh, aku hanya ingin tidur.

image source : http://images.artelista.com/artelista/obras/big/9/7/6/9326731751715031.jpg
Advertisements

What are your thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s