Dini Hari : Ingatan

malam itu hujan sangatlah lebat
air di mataku tak bisa untuk ku melihat
ku usap, ku coba untuk membuat sekat
ketika jarak rumah tua ku rasa dekat

ku tak berlari, ku coba untuk nikmati
ohh, kurasa sudah sangat lama sekali
aroma yang hanya ada dalam memori
kembali, aku melangkah dalam harmoni

mengamati, rumput-rumput yang tak menari
kurasa mereka lelah seharian berekelahi

dengan matahari
(ia perkasa, namanya terdengar di seluruh negara
seakan-akan, semesta beri pengumuman tentangnya)

dan nanti, ketika ayam telah bernyanyi
menarik hangat yang telah bulan selimuti

ahh, kembali aku melangkah dalam harmoni
menyusuri jalan setapak yang tak berbentuk lagi
kurasa, sudah jarang ada yang datang kemari
lihatlah, kapan terakhir kali mereka perbaiki?

dan seketika terasa dingin sekali
dan mengapa rumah itu tak terlihat lagi?
itu bukan kabut atau air di mataku ini
aku tak sadarkan diri …

image source: http://wppshack.com/wp-content/uploads/2015/02/Streetlights-in-the-rain-at-night_www.WppShack.com_.jpg
Advertisements

What are your thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s