Hari Ini

Hari ini kau menyadarinya

Menghilang, kau bersembunyi berbalik badan
Alangkah kuat tekanan, tak dapat kau kendalikan
Lain lagi, saat kau berjalan
Ulang lagi, namun kau tak kunjung berpulang

Bagaimana? Masihkah kau dikendalikan perasaan? Irasional memang, ketika keputusan bukan ada pada suara lantang atau perumusan yang dalam tak pampang. Sudah kau tulis semua, membuat cerita sempurna, akan pandangan yang tak berlubang. Tapi bagaimana? kau sudah melihatnya hari ini. Kau tak berdaya. Kau termakan akan dorongan yang menjalar. Kau melihatnya tepat saat ia melempar hujaman pada pandanganmu yang pudar. Kau menyadarinya. Kau tak lagi ada di rumah tuamu yang tak bernyawa. Seketika, kau kembali, bermimpi di bawah pohon di tepian sungai. Apa yang telah kau dapatkan? Apa yang telah kau lakukan?

Memandang kosong kehampaan yang mengisi kepala
“Ahh, gelap, tahukah kau dimana kita tersesat?”
Lantas, apakah kau terbangun? ataukah termangun?
Ulangi lagi, namun kau tak kunjung berpulang

Malu, hilangkan kecenderungan yang menanggap dirimu angkuh
Atas apa yang kau coba pangkas, apapun itu
Layangan yang kau harap terbang tak berpeluh
Ulangi lagi, dirimu? siapa gerangan aku?

Malu, sebuah rasa.
Sekat antara kenyataan dan kamarmu yang berantakan.

Image Source: http://c300221.r21.cf1.rackcdn.com/artwork-by-christina-kassithe-introverts-way-1414266124_org.jpg
Advertisements

What are your thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s