Budi Tak Lagi Mengerti

“tapi batu tak lagi seperti dulu
kini ia ingin membeku di bawah kaki waktu” 

Malam itu, terdengar sesuatu.
Jarum yang selalu menusuk itu menunjuk angka satu.
Setengah sadar Budi berjalan.
Hawa yang tak biasa, Budi tak lagi memperhatikan.

“Budi, ada apa gerangan?”
“Tak ada, hanya kepala yang sedikit ringan”
“Tak sehatkah badanmu itu?”
“Tidak, aku tak bersama candu!”
“Tapi, kau tak pernah mau menyatu”
“Tidak! aku tak tahu”
“Apalagi yang ingin kau sangkal?!”
“Batu yang mengganjal”

“Sudahlah, Budi”
“…”
“Sekarang pandang nadimu”
“Kenapa?”
“Kau lihat apa itu?”
“Ya, itu adalah … ”
“Kau tahu, Dia sudah menunggu”

Malam itu, terdengar sesuatu.
Pintu yang tertutup dan batu yang membeku.
Di sudut pintu, terlihat sesuatu.
Harapan yang sudah, dan kaki membiru.

image source: http://eskipaper.com/images/dark-12.jpg
Iklan

2 pemikiran pada “Budi Tak Lagi Mengerti

What are your thoughts?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s