Kepalan Kepada Kepala

Mei, 2015

Kulihat hamparan padang rumput yang indah
Senyum berseri dan mentari bersinar cerah
Semilir angin bergilir, dedaunan terbang
Dan air dingin mengalir, embun yang menghilang
Di bawah pohon yang rindang kau duduk terdiam
Tenggelam dalam lautan kilasan yang kelam
Tujuan adalah sebuah fatamorgana
Harapan tak lebih benang dalam air raksa
Memaksa kembali diri tuk tertidur lagi
Realita bukan sisi gelap dari mimpi
Sentuhan yang menetap dan takkan pernah pergi
Bagai tetes nila di analekta memori
Sejenak menghela, kuasa ruang dan waktu
Mengelak mencela karena jalanglah kalbu
Jarang mandu, hatta, saban hari berseteru
“Dengarlah aku” “Siapa?” “Akulah kepalamu!”

 

image source: https://oss.adm.ntu.edu.sg/ng0150ng/wp-content/uploads/sites/187/2015/11/Overthinking.jpg
Advertisements

One thought on “Kepalan Kepada Kepala

What are your thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s