Terkena Efek Di Udara

“tapi aku tak pernah mati
tak akan berhenti”

Sebuah petikan lirik dari lagu hasil penyatuan pikiran dan perasaan Efek Rumah Kaca. Mungkin juga ada resep lain. Band yang akhir-akhir ini sering saya dengarkan setelah bertemu dengan Putih dari Sinestesia mereka.

Terlepas dari Tubuhmu Membiru Tragis yang ternyata sudah lebih dulu mendahulu Budi, sebuah pikiran terbesit di kepala seperti wangsit setelah bermalam-malam bertapa di dalam kamar.

Waktu itu saat sedang Musyawarah Anggota LPM Profesi FTI UII, sebuah lembaga pers mahasiswa di fakultas saya, disela-sela skors yang disekapati karena waktu telah menunjukan pukul 2 dini hari, datanglah bang Randi, Pemimpin Umum LPM Profesi periode berapa entah saya lupa.

Dari masalah magang sampai masalah tanah keraton ngayogyakarto, bertebaran mengisi udara pagi. Hingga yang lain bangun kami masih melek.

Saya yang sedang teracuni lirik Efek Rumah Kaca, tergelitik.

Diantara percakapan dini hari itu, sempat bang Randi membahas tentang Analisis Sosial. Sebuah cara bagaimana mengambil sikap atas suatu masalah, setidaknya begitulah yang saya tangkap. Maklumlah jam 3 pagi, agak-agak sesuatu otak saya.

Awalnya terlintas dipikiran, ohh seperti ini diinterogasi. Tapi, setelah semua pertanyaan, barulah blio bilang, bahwa saya masih bingung menentukan sikap. Disitulah pembicaraan Analisis Sosial bermula.

Saya pikir-pikir, memang benar.

Saya beri contoh, lihatlah di dunia maya, banyak bertebaran tulisan, salah satunya dari yang mulia Jonru. Entah mengapa, sedari dulu saya kurang suka, mungkin karena cara menyampaikannya yang penuh dengan perasaan atau memang itulah faktanya. Atau mungkin itu fakta yang telah dibumbui oleh yang mulia. Entahlah. Saya bukan pendukung mas joko atau pun mas owo.

Dari situ saya mulai berpikir, ternyata memang benar. Saya masih bingung untuk bersikap.

Lha, mau gimana, ikut yang mulia saya tidak suka begituan, ikut mas joko lihatlah sekarang, ikut mas owo ingatan saya nggak bisa lupa sama bapaknya mas Fajar dan mbak Wani padahal waktu itu saya baru beberapa bulan.

Entahlah, mungkin saya yang overdosis Efek Rumah Kaca dan nggak mau melupakan sosok dibalik Di Udara-nya Efek Rumah Kaca.

Benar-benar bedebah, Budi ini…

 

image source
Iklan

What are your thoughts?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s