Oh Hujan Jangan Marah

“I’m making my way out of town
I’m breaking away out now”

Untuk kesekian kalinya, Budi meringis. Bukan karena ia tidak mengikuti Ujian Tengah Semester atau Gururnya Budi di Praktikum. Budi meringis ketika kenyataan sangat dekat dalam dekapan. Seingatnya, tak pernah sekalipun Budi sedekat ini, sampai-sampai ia melupakan tidur.

Ya, tidur. Pemberian Tuhan kala malam datang menjemputmu untuk pulang. Mengembalikanmu pada bagian waktu yang sudah tak lagi kau ingat bagaimana rasanya. Setidaknya, begitulah pikir Budi.

Entahlah, apakah ini ujian naik tingkatnya Tuhan, atau memang Budi saja yang malas berlapis. Akhir-akhir ini, Budi seperti tak lagi menikmati apa yang biasa ia lakukan. Mengkrtisi ajaran kepercayaan, mengolok-olok Tuhan, menyesatkan teman (kalaupun dapat dianggap teman, pikir Budi, tak lebih dari sekumpulan manusia yang secara kebetulah bertemu dalam satu ruang), dan hal-hal lain yang disesuaikan dengan standar kemoralan yang (anggap saja) berlaku dimana Budi mendekam, sangat-sangat pantas untuk dipancung.

Budi kehilangan gairahnya, kecuali birahi dan makan, juga rokok dan kopi.

Sudah berkali-kali rencana yang Budi susun dengan matang, secara mentah-mentah diludahi. Budi yang (mungkin berpura-pura) mengingat bagaimana orang tuanya menyuntikan dana ke hidupnya, mencari uang sampai rela tak pulang, hanya melihat tulisannya di dinding kamar kosnya.

“Please, Don’t Kill Yourself, Please”

Seketika, kamar kos terasa sangat lenggang. Seperti ada sesuatu yang hilang. Kekosongan yang mengambang. Berbeda, kali ini bukan ruang yang memisahkan Budi dengan dunia luar yang sensitif, kamar bang napi.

Mungkin Budi terlalu menjiwai buku yang sedang dibacanya. Budi terlalu terbawa emosi, ketika menyadari Banua gantung diri. Terbebas dari sangkar emas. Budi ingin mengikuti. Sebuah pemikiran yang menjakiti Budi bagai racun.

Atau Budi terlalu banyak minum kopi pagi ini, melihat di kelas saja ketika mengerjakan soal ujian, ia tertawa sendiri. Kekurangan rokok mungkin, melihat tanggal yang sudah berada di tengah bulan.

Entahlah, memang sedang tidak jelas.

image source
Advertisements

What are your thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s