Pada Ruang Tak Bernama, Tak Bermakna

apa bedanya antara kamu dengan mereka yang bersembunyi di balik kelambu?

kamu sama-sama tersedan-sedu. terpicu ketika Tuhan mengujimu.

Tuhan tak lebih dari senjata api pada orang awam. menembak dengan alasan kebebasan. ah, cukupkan pembicaraan tentang tuhan. aku sedang bosan.

keberagaman? coba kamu lihat bagaimana hidupmu sendiri. apa yang kamu cari? apa yang kamu temukan?

kata seseorang, kita harus merdeka sejak dalam pikiran. tapi, bagaimana dapat berpikir kalau terus ditekan? selalu diisi dengan kepentingan? kita menuju ruang hampa, kata orang lain

ah, ternyata aku dipelintir pikiranku. seharusnya, harus adil. tapi apa guna, jika pahit lebih berasa?

Bedebah.
Budi terbangun, Budi merebah.
Budi menebar sumpah serapah.
Badan Budi basah, Budi gelisah.
Budi menerka, mereka mereka.
Budi menerka, mereka segala.
Budi, “Diamlah !!!

 

image source
Iklan

What are your thoughts?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s